Tabloidbnn.info. Seram Barat Maluku, yang Bertepatan dengan 171 Tahun Injil Masuk Tanah Papua.
Setelah perjalanan panjang dan penuh perjuangan, akhirnya sebuah momen bersejarah terukir di tanah Maluku. Pada hari Rabu, 4 Februari 2026, tepat pukul 06.00 WIB, sebuah acara penyerahan Tabernakel yang penuh makna berlangsung di Kapela Santa Theresia, biara dan panti asuhan milik Bruder Tarekat BMSC (Brothers of the Sacred Heart) di Piru, Seram Bagian Barat.
Peristiwa ini menjadi babak baru dalam kehidupan spiritual dan sosial masyarakat Nawaripi, khususnya suku Komoro. Sumbangan Tabernakel ini tidak hanya sekadar benda fisik, melainkan simbol kebanggaan dan keberhasilan komunitas lokal yang menunjukkan kedewasaan serta kemampuan mereka dalam mendukung pembangunan gereja dan lembaga sosial keagamaan.
Acara penyerahan dilakukan secara resmi oleh sejumlah tokoh pemuda dari Nawaripi, yakni Paskalis Nawaripi, Frans Maormako, Markus Marai, Frans Mipikupu, dan Ongen. Mereka secara langsung menyerahkan kunci Tabernakel kepada Bruder Hendrikus Resubun BMSC di hadapan ratusan warga yang hadir. Penyerahan ini disaksikan oleh kepala kampung Nawaripi, Norman Ditubun, para staf yayasan Cahaya Kasih Harapan Abadi, serta anak-anak panti asuhan yang turut menyaksikan momen bersejarah tersebut.
Selain itu, hadir pula enam putra asli Nawaripi dari suku Komoro yang ikut menyaksikan acara tersebut sebagai bentuk partisipasi aktif masyarakat setempat. Mereka adalah Yohanes Aikawe (kelas 1 SMK), Kosmas Nawau (kelas 2 SMP), Korneles Nawaripi (kelas 5 SD), Albert Mepere (TK), serta dua anak lainnya yang menunjukkan bahwa generasi muda di sana mulai menunjukkan rasa kepemilikan terhadap perkembangan rohani dan sosial lingkungan mereka.
Dalam kesempatan tersebut, Paskalis Nawaripi mengungkapkan rasa bangganya atas sumbangan ini. Ia menyatakan bahwa sejak masuknya misi Katolik ke Nawaripi Komoro, masyarakat selalu bergantung pada bantuan dari para misionaris dan biarawati dalam menyediakan perlengkapan gereja. “Namun hari ini kami orang Nawaripi yang mampu menyumbangkan sesuatu untuk gereja kami sendiri. Ini pertanda bahwa kami sudah memiliki sumber daya manusia yang mampu,” ujarnya dengan penuh semangat.
Lebih lanjut ia menambahkan keyakinannya bahwa keberadaan fasilitas seperti Tabernakel ini akan mampu mendidik generasi muda agar menjadi manusia yang beriman dan bermoral tinggi. Ia berharap agar hubungan saling percaya antara masyarakat Nawaripi dan pihak gereja tetap terjaga agar pembangunan spiritual dan sosial terus berkembang.
Mendengar hal tersebut, Bruder Hendrikus Resubun BMSC menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam atas sumbangan besar dari komunitas Komoro. Ia mengaku tidak pernah membayangkan bahwa sebuah Tabernakel sebesar dan seindah ini bisa diberikan oleh masyarakat asli dari suku kecil seperti mereka. “Ini adalah sejarah peradaban bagi kita semua,” katanya penuh haru.
Bruder Hendrikus juga menegaskan bahwa pemberian ini merupakan bukti nyata bahwa masyarakat Nawaripi telah menunjukkan kematangan dan kedewasaan dalam mendukung karya-karya keagamaan serta sosial. Ia berharap kepercayaan tersebut dapat memperkuat ikatan kerjasama demi kemajuan bersama.
Acara penyerahan Tabernakel ini bukan hanya soal benda fisik semata. Lebih dari itu, ini adalah simbol keberhasilan komunitas lokal dalam membangun fondasi kekuatan spiritual sekaligus memperlihatkan potensi sumber daya manusia di wilayah tersebut. Keberhasilan ini juga menjadi motivasi bagi masyarakat lainnya untuk lebih mandiri dan aktif berkontribusi dalam pembangunan keagamaan maupun sosial.
Sejarah panjang perjalanan misi Katolik di Nawaripi semakin diperkuat dengan momentum ini. Semoga semangat kebersamaan dan rasa percaya diri yang ditunjukkan dapat terus tumbuh dan berkembang demi masa depan yang lebih cerah bagi generasi mendatang di Pulau Seram Barat Maluku.












