Tabloidbnn.info | Aceh Tamiang – Halaman Kantor Bupati Aceh Tamiang menjadi saksi dialog terbuka antara pemimpin dan rakyatnya pada Kamis (12/02). Ratusan warga yang tergabung dalam aksi “Rakyat Bersama Mu” diterima langsung oleh Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn) Drs. Armia Pahmi, M.H., guna membahas percepatan pemulihan pasca-banjir di Bumi Muda Sedia. Kamis, (12/02/2026).
Aksi ini membawa misi ganda: memberikan dukungan moral kepada Bupati sekaligus menyampaikan kritik tajam terhadap jajaran Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) yang dinilai lambat dalam mengeksekusi kebijakan di lapangan.
Koordinator aksi, Ai Garang, dalam orasinya secara terbuka menyoroti adanya kesenjangan antara dedikasi Bupati dengan kinerja jajaran di bawahnya. Menurutnya, carut-marut data Tidak Memenuhi Kriteria (TMK) pada bantuan rumah menjadi bukti kurang kompetennya oknum di birokrasi.
”Dedikasi Bupati luar biasa, namun sayangnya tidak didukung penuh oleh kemampuan jajaran SKPK. Kami meminta Pak Bupati segera mengevaluasi dan mengganti kepala dinas yang tidak mampu bekerja demi kepentingan rakyat,” tegas Ai di hadapan massa.
Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Armia Pahmi menegaskan komitmennya untuk berdiri di barisan terdepan dalam memperjuangkan nasib warga. Ia menjelaskan bahwa langkah-langkah strategis di tingkat pusat terus dilakukan, termasuk berkoordinasi langsung dengan kementerian terkait hingga Presiden.
Terkait polemik status TMK yang meresahkan, Bupati menyampaikan tiga poin utama sebagai solusi konkret:
- Pendataan Ulang: Status TMK yang dikeluarkan sebelumnya akan diverifikasi ulang secara transparan dengan melibatkan unsur LSM dan tokoh masyarakat guna memastikan data yang akurat.
- Bantuan Tunai Mandiri: Dana bantuan kerusakan rumah akan disalurkan langsung melalui rekening warga tanpa potongan dalam bentuk apa pun.
- Akselerasi Pemulihan Ekonomi: Selain penyediaan hampir 1.000 unit Hunian Sementara (Huntara), bantuan Jaminan Hidup (Jadup) dan modal UMKM kini masuk dalam tahap proses pencairan.
”Saya juga bagian dari warga yang terdampak. Saya tidak akan membiarkan rakyat saya berjuang sendirian. Bantu saya dengan data yang benar, dan mari kita kawal bersama agar tidak ada pihak yang mengambil keuntungan dari penderitaan rakyat,” ujar Armia dengan nada lugas.
Menutup pertemuan, Bupati mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu liar mengenai pemotongan bantuan. Aksi yang semula berlangsung riuh tersebut berakhir dengan damai setelah warga mendapatkan kepastian langsung dari orang nomor satu di Aceh Tamiang tersebut.












