Kompol Umbu Sairo saat menyerahkan Bama kepada masyarakat di Kapiraya.
Tabloidbnn.info.Timika, – Komandan Batalyon B Pelopor Brimob Polda Papua Tengah, Kompol Umbu Sairo, menegaskan situasi keamanan di wilayah Kapiraya pasca bentrok antarwarga telah aman dan kondusif.
Hal itu disampaikan Kompol Umbu Sairo saat ditemui di Mako Batalyon B Pelopor Brimob Polda Papua Tengah, Senin (16/2).
Ia memastikan tidak ada lagi aksi saling serang maupun konsentrasi massa di lapangan.
“Saya pastikan wilayah Kapiraya dan sekitarnya sudah aman 100 persen. Tidak ada lagi baku serang atau perang, tidak ada kumpulan massa. Kalau ada informasi tidak aman itu bohong karena oknum tersebut bagian dari menghasut dan tidak tahu masalah sebenarnya,” tegasnya.
Aktivitas Warga Kembali Normal
Menurutnya, dengan kondisi yang telah kondusif, seluruh aktivitas masyarakat diminta kembali berjalan normal, baik pendidikan, keagamaan maupun aktivitas ekonomi warga.
“Aktivitas sudah normal. Guru-guru harus kembali ke tempat tugas untuk mengajar dan anak-anak sekolah kembali belajar seperti biasa. Ibadah di gereja juga berjalan normal. Masyarakat baik suku Kamoro maupun Mee sudah sibuk dengan pekerjaan masing-masing,” ujarnya.
Ia juga menekankan konflik yang terjadi bukan disebabkan persoalan tapal batas wilayah.
“Ini bukan masalah tapal batas. Masalah tapal batas sedang diselesaikan oleh pemerintah. Tetapi ini masalah sumber daya alam dan adanya hasutan-hasutan yang memecah belah sehingga terjadi pertikaian. Suku Kamoro dan Mee sebenarnya tidak ada permasalahan, hanya terjadi kesalahpahaman dan sekarang mereka sudah paham,” jelasnya.
Empat Pos Pengamanan
Untuk memastikan keamanan tetap terjaga, Brimob menempatkan personel di empat titik strategis, yakni Kampung Wakia, perbatasan Kapiraya, satu distrik tidak jauh dari wilayah Kapiraya, serta Dermaga Logpon Kapiraya.
“Kami tempatkan pasukan Brimob di empat pos. Masing-masing pos ada 10 personel, ada juga yang 5 personel disesuaikan dengan situasi dan kebutuhan. Di setiap pos kami pasang baliho untuk pengecekan KTP dan identitas setiap orang yang keluar masuk guna menekan potensi kejahatan,” terangnya.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang beredar, terutama di media sosial.
“Masalah kemarin serahkan kepada penegak hukum. Masyarakat silakan beraktivitas normal dan jangan ada gerakan tambahan. Jangan terpengaruh isu-isu atau omong kosong baik secara langsung maupun melalui media sosial. Kami imbau masyarakat bijak menggunakan media sosial,” katanya.
Kompol Umbu Sairo menegaskan kehadiran Brimob di Kapiraya bertujuan untuk mengamankan serta mendamaikan masyarakat, sekaligus memastikan seluruh warga merasa aman tanpa membedakan latar belakang.
“Kami datang untuk mengamankan. Saya harus menjamin rasa aman dan nyaman kepada semua masyarakat, baik dari Kamoro maupun Mee,” tegasnya.
Sebagai bentuk kepedulian, Brimob bersama Pemerintah Kabupaten Mimika juga menyalurkan bantuan bahan makanan (Bama) kepada masyarakat terdampak konflik.
“Kemarin kami menyerahkan bantuan Bama dari Pemda Mimika kepada masyarakat, tidak hanya kepada Kamoro tetapi juga masyarakat Mee, karena apa pun alasannya mereka itu orang-orang kita semua,” pungkasnya.
Dengan kondisi yang telah kondusif, aparat keamanan berharap masyarakat Kapiraya dapat kembali hidup berdampingan secara damai serta tidak lagi terpecah oleh isu-isu yang menyesatkan. (ron)












