Tabloidbnn.info – Banda Aceh , Kesepakatan dilanjutkan program tersebut diputuskan dalam rapat pembentukan pengurus DPW BMU kabupaten/kota di Aceh pasca meninggalnya Imam Besar BMU almarhum Ayahanda Tgk H Muhammad Yusuf A Wahab (Tu Sop) digelar akhir tahun 2024 acara berlangsung di Caffee Kupie Nanggroe,Bathoh Banda Aceh. (Hari, tgl-bln/tahun ditambah).
Acara tersebut berlangsung ditengah malam di Balai Kupie Nanggroe Batoh, yang penuh dengan hujan lebat. rapat koordinasi dan pembentukan pengurus BMU kabupaten Aceh Besar dan Kota Banda Aceh yang ditujukan untuk menyusun struktur organisasi yang solid dan efektif dipimpin oleh Ketua Tim Barisan Muda Ummat (BMU) Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.
Rapat yang dipimpin oleh Ketua Tim Barisan Muda Ummat (BMU) Abiya Jeunieb, dan turut hadir Tgk H Muzzammil anak Alm Ayah Sop Jeunieb, Ketua Mahkamah Syariah Aceh Besar, Tokoh masyarakat Banda Aceh asal Bireuen James NKRI serta tokoh masyarakat lainya, pada rapat koordinasi dan pembentukan stuktur pengurus BMU Kabupaten Aceh Besar dan Kota Madya Banda Aceh.
Penyusunan stuktur BMU di serahkan pada ketua Formatur dan dipandu Sekretaris Forum BMU, Tgk. Zainuddin, guna menentukan mekanisme sekaligus pembentukan kepengurusan Tim Barisan Muda Ummat (BMU dan acara dihadiri Pempinan Dayah Rauhul Mudi Al Aziziyah Jeunieb, Gerakan BMU Peduli dan sejumlah tamu undangan lainnya serta masyarakat Kabupaten Aceh Besar dan Kota Madya Banda Aceh serta donator.
Pembantukan Rumah Barisan Muda Ummat (BMU) mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran maka posisi-posisi penting yang dibutuhkan adalah Ketua, Sekretaris, Bendahara yang dilengkapi bidang-bidang yang relevan. Struktur organisasi yang jelas akan membantu Tim BMU pusat dalam menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal, memastikan bahwa setiap anggota memiliki peran dan tanggung jawab yang terdefinisi dengan baik.
Salah satu program Barisan Muda Ummat (BMU) salah satu kegiatan utama membangun rumah dhuafa dan membangun kepedulian terhadap anak yatim dan masyarakat fakir miskin yang terlantar di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar sebagai amanah dari warisan almarhum Guru kita bersama Yaa Arham Tu Sop atau Tgk Muhammad Yusuf A Wahab(Alm Ayah Sop Jeunieb) sepakat dilanjutkan.
“Dengan terbentuknya kepengurusan DPW BMU kabupaten/kota di Aceh yang baru diharapkan komunikasi dan kerjasama antar Pengurus Aceh besar dan Kota Banda Aceh dapat lebih terorganisir dan terarah sehingga informasi yang disebarkan kepada masyarakat bisa menjadi lebih akurat, cepat dan merata,” ucapnya Abiya Jeunieb juga menjabat ketua BMU Aceh (Muzakkir&Iqbal).












