Tanloidbnn.info | Aceh Tamiang – Kini Warga dan Masyarakat Kampung Baling Karang Kecamatan Sekerak Merasa Bersyukur dan Bergembira Setelah Diresmikannya Jembatan Meutuah Baling Karang.
Peresmian Jembatan Tersebut Ditandai Dengan Peusijuk Oleh Para Tokoh Adat, Tokoh Agama serta Para Tokoh Masyarakat Kampung setempat, Senin, (17/2/2025).
Bagaimana Tidak, Sejak Terbentuknya Kampung Baling Karang Pada 1968 Silam, Kurang Lebih 57 Tahun Mereka Hanya Menggunakan Sarana Transportasi Penyeberangan Secara Tradisional Berupa Sampan.
Hal itu disampaikan oleh Datok Penghulu Kampung Baling Karang, Joni Sardi disela-sela usai meresmikan Jembatan Meutuah Baling Karang bersama para tokoh dan masyarakat setempat.
Dijelaskannya, Kampung Baling Karang Telah ada sejak tahun 1968 silam, kala itu, masyarakat Hanya menggunakan sampan untuk menyeberangi sungai.
Selanjutnya, kurang lebih 45 tahun kemudian atau pada tahun 2013 Pemerintah membangun sarana transportasi penyeberangan berupa Getek.
Berselang 12 tahun, pemerintah Aceh membangun jembatan gantung dengan bentang sepanjang 120 Meter menggunakan anggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2024, melalui aspirasi anggota DPR-RI dari Partai Golkar Bapak H. Ilham Pangestu dengan anggaran sebesar Rp.6,3 miliar”.
Alhamdulillah hari ini, Senin,17 Februari 2025 jembatan ini kita resmikan, sebut Tok Joni Sardi.
Kampung Baling Karang merupakan sebuah Desa paling ujung di wilayah Hulu Kabupaten Aceh Tamiang yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Aceh Timur.
Dari sejak peradaban sejarah terbentuknya Desa ini, belum pernah tertoreh sebuah kisah yang menyebutkan ada jembatan sebagai alat penyeberangan menuju Kampung Baling Karang.
Sebagai penerima manfaat atas pembangunan jembatan gantung, “Alhamdulillah, kami warga Kampung Baling Karang mengucapkan Terimakasih kepada Pemerintah yang telah membangun jembatan ini, sekarang kami tidak lagi menggunakan sampan atau getek untuk menyeberang sungai jika hendak bepergian,” ungkap tok Joni.












