Tabloidbnn.info | Aceh Tamiang – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan komitmennya untuk mendampingi masyarakat Aceh dalam masa pemulihan pascabencana.
Dalam agenda Tarhib Ramadhan BAZNAS 1447 H-2026M yang bertemakan Meugang Bersama Masyarakat Aceh, Zakat Menguatkan Indonesia bertempat di halaman mesjid Nur Hasanah Kampung Kebun Tanah Terban Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, Senin, 16 Februari 2026.
Melalui total alokasi bantuan sebesar Rp80 Miliar yang tersebar untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, BAZNAS meluncurkan berbagai program unggulan mulai dari pemenuhan pangan hingga pembangunan Hunian Tetap (Huntap).
Ketua BAZNAS RI, Saidah Safwan, MA, menyampaikan bahwa kehadiran BAZNAS di Aceh bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan wujud persaudaraan seluruh rakyat Indonesia.
Menjelang Ramadan, BAZNAS memberikan perhatian khusus pada tradisi Meugang di Aceh. Sebanyak 100 ekor sapi diserahkan untuk memastikan masyarakat terdampak bencana tetap dapat merayakan tradisi spiritual dan emosional ini bersama keluarga.
”Kami tahu Meugang bukan sekadar makan daging, tapi ada nilai spiritualitas yang dalam. Kami ingin memastikan masyarakat Aceh tetap bahagia menyambut Ramadan meski dalam kondisi sulit. Anda tidak sendiri, keresahan masyarakat Aceh adalah keresahan rakyat Indonesia, bahkan saudara kita di Papua pun mengirimkan donasi untuk Aceh,” ujar Saidah Safwan.
Tak hanya bantuan pangan, BAZNAS RI mengusung tiga pilar utama dalam masa transisi menuju pemulihan:
Kembali ke Masjid: BAZNAS melakukan renovasi masjid yang terdampak bencana, termasuk mengganti karpet dan sound system agar ibadah Ramadan tetap berjalan khusyuk.
Kembali ke Sekolah: Pendistribusian 30.000 paket seragam sekolah (baju, sepatu, tas, dan buku) untuk memastikan hak pendidikan anak-anak Aceh tetap terpenuhi.
Kembali ke Rumah (Kampung Cahaya Zakat): BAZNAS berkomitmen membangun 129 unit Hunian Tetap (Huntap) dengan biaya Rp95 juta per unit.
Berbeda dengan bantuan darurat biasanya, BAZNAS memilih fokus pada Hunian Tetap melalui konsep Kampung Cahaya Zakat.
”BAZNAS tidak membangun hunian sementara. Kami membangun Hunian Tetap yang dilengkapi dengan sentra ekonomi dan balai ternak. Untuk Aceh Tamiang, dana sudah siap, tinggal koordinasi titik tanah yang pasti agar pembangunan bisa segera dimulai,” tegasnya.
Secara keseluruhan, BAZNAS telah mengoperasikan 54 dapur umum di wilayah Sumatra – Aceh dengan jangkauan layanan mencapai hampir 3 juta porsi makanan.
Menutup sambutannya, Saidah Safwan mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk optimis. “Yakinlah, di setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Mari kita sambut Ramadan dengan Husnuzan kepada Allah. Aceh akan bangkit dan menjadi pemenang dari ujian ini.”
Pada kegiatan tersebut, turut hadir Asisten 1 Pemkab Aceh Tamiang, Muslijar S.Pd. MM, Ketua Baitul Mal Aceh, Tgk. Junaidi, Ketua Baitul Mal Aceh Tamiang, Nurdin serta tamu undangan lainnya.












