Foto Istimewa Penyerahan Mobil Jenasah Serah Terima
Tabloidbnn.info, Kabupaten Sabu Raijua –NTT- Dugaan penyimpangan dalam proyek pengadaan mobil jenazah di Kabupaten Sabu Raijua mulai mencuat ke publik. Hingga tahun 2026, pekerjaan yang telah selesai 100 persen justru belum dibayarkan oleh pemerintah daerah.
Nilai proyek tersebut mencapai Rp.566.170.000. Namun ironisnya, penyedia yang telah menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak tidak menerima haknya hingga bertahun-tahun.
Situasi ini memunculkan pertanyaan serius: ke mana anggaran tersebut mengalir?
Sumber yang terlibat dalam proyek ini menyebutkan bahwa seluruh tahapan pekerjaan telah diselesaikan, termasuk serah terima. Namun pembayaran tak kunjung direalisasikan tanpa kejelasan.
Praktik ini dinilai tidak sekadar wanprestasi, tetapi berpotensi mengarah pada penyimpangan pengelolaan keuangan daerah.
Kasus ini kini didorong untuk ditangani aparat penegak hukum, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi dan Kejaksaan, guna menelusuri kemungkinan adanya penyalahgunaan kewenangan atau bahkan korupsi.
Pengamat menilai, jika benar anggaran telah tersedia namun tidak dibayarkan, maka terdapat indikasi kuat pelanggaran serius dalam tata kelola keuangan daerah.
Publik kini menunggu langkah tegas aparat penegak hukum untuk membuka secara terang kasus ini dan memastikan tidak ada praktik yang merugikan negara dan masyarakat.
(*Mike).













