Dibimbing Ustadz Ahmad Rizani Asmail, 585 Calon Jamaah Haji Tabalong Dan Bartim Ikuti Manasik Akbar

  • Bagikan

Tabloidbnn.info – Tabalong, Kalsel – Menunaikan Rukun Islam ke-5 yakni Berhaji, adalah dambaan setiap diri, Jihad Tanpa Peperangan begitu Rasulullah Shollallahu Alaihi Wasallam menyebutnya, memerlukan pengorbanan waktu, biaya, tenaga dan fikiran, alangkah ruginya jika apa yang dikerjakan masih jauh dari yang diharapkan.

Oleh karena itu, bertempat di halaman Pendopo Bersinar, Pembatasan, Tabalong, pada Kamis, (22/01/2026) kami Tim Majlis Kajian Fiqih Manasik Haji dan Umroh serta Ziarah sistem Visualisasi Program Mandiri Kelompok Bimbingan Manasik Haji dan Umroh Terpadu (KEBIMANHATA) bersama mewujudkan berhaji sehat, mandiri dan mabrur, menyelenggarakan kegiatan kajian fiqih dan manasik bagi calon jamaah haji tahun keberangkatan 2026, bersama Ustadz H. Ahmad Rizani Asmail, Am.CAH dan Tim

Ustadz H. Ahmad Rizani Asmail, Am.CAH yang juga pemilik toko Tazkia Amalia menjelaskan bahwa berkaitan dengan Manasik Akbar hari ini jumlah peserta Alhamdulillah hampir mencapai 600 orang, ini diluar prediksi kami yang hanya sekitar 400 orang, karena jamaah dari Balangan yang biasanya bergabung, tahun ini sudah mengadakan sendiri.

Dengan manasik akbar ini target dan harapan kita minimal jamaah mengerti dan memahami tentang Amaliyah umroh dan haji, agar jamaah tahu bagaimana kira-kira amaliyah itu bisa dilaksanakan sesuai dengan situasi dan kondisi yang terupdate saat ini disesuaikan dengan peraturan Saudi Arabia yang sering berubah dan ditambah tahun ini ada beberapa perrubahan salah satunya perluasan di daerah Bir Ali dan ketentuan tentang Wukuf di Padang Arafah.

Tidak seperti dahulu, ada beberapa hal yang kita sampaikan mengingat tahun ini ada dua syarikah yang akan menangani haji Indonesia, untuk itu ada beberapa hal yang harus kita sampaikan dengan harapan jamaah bisa melaksanakan secara mandiri, baik dan benar serta nilai ibadahnya mabrur.

Untuk jamaah manasik akbar tahun ini berjumlah 585 orang, yang didominasi jamaah dari Tabalong, dari Barito Timur, Kalteng ada 8 orang dan sampai tadi malam masih ada yang ikut bergabung diantaranya jamaah haji khusus sekitar 13 orang.

Kalau dilihat dari kondisi dan keadaan jamaah yang hampir 40% adalah lansia, ini membutuhkan perlakuan khusus, dan harapan kita memberikan pembekalan ini agar jamaah bisa mandiri dan bisa membaca kemampuan dirinya apakah amaliyah ini mampu dilaksanakan atau mungkin diwakilkan, dengan memperhatikan bagaimana waktu istirahatnya dan konsumsi makanan serta pemenuhan gizinya.

Walau tahun ini Kemenag terpisah dengan Kementrian Haji dan Umroh, namun untuk persiapan di tanah air tidak menjadi kendala, karena pelunasan juga masih terus berjalan, hanya saja sistem di Saudi ini harus cepat untuk pelaporan, berapa jumlah minimal jamaah, persiapan untuk tenda dan sebagainya tentunya ini membutuhkan pemikiran, namun hal itu insyaallah sudah bisa ditangani oleh Kementerian Haji di Jakarta, sedangkan untuk di daerah sendiri tentunya kita menyiapkan secara maksimal.

Mengingat tahun ini aturan untuk petugas juga sedikit agak dikurangi, termasuk haji khusus yang menurut informasi terakhir untuk jamaah per 45 orang itu 1 orang pembimbing, jadi kelipatannya 90 orang baru dapat 2 pembimbing, kurang dari 90 tidak akan mendapatkan 2 pembimbing berlaku untuk tahun ini.

Insyaallah peraturan haji yang terbaru bahwasanya KBIHU kalau dahulu itu 135 jamaah boleh memberangkatkan satu orang pembimbing artinya tiga bis dengan 1 orang pembimbing, untuk tahun ini peraturan terbaru yang akan dilaksanakan di haji 2026 KBIHU boleh memberangkatkan 1 orang pembimbing memiliki jamaah minimal 191 orang, otomatis baik jamaah yang berangkat secara mandiri ataupun ikut KBIHU tentunya harus benar-benar memiliki ilmu, wawasan, pengetahuan dan kekompakkan tim atau kekompakan antar jamaah itu sendiri.

Dengan adanya kegiatan ini kami berharap jamaah bisa saling mengenal, saling menguatkan, saling mengisi, saling membantu dan nanti pada saatnya ibadah mendapatkan yang terbaik dan kemudahan dari Allah SWT, pungkas Ustadz H. Ahmad Rizani Asmail. (Hapase)

Penulis: HapaseEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *