Digitalisasi dan UMKM Jadi Fokus, Kabupaten Mimika Siapkan Lompatan Ekonomi 2027

  • Bagikan

Tabloidbnn.info.Timika,  – Pemerintah Kabupaten Mimika mulai mengarahkan strategi besar pembangunan tahun 2027 dengan menempatkan digitalisasi dan penguatan UMKM sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal ini mengemuka dalam pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 yang dipimpin langsung Bupati Mimika, Johannes Rettob, didampingi Penjabat Sekda Abraham Kateyau di Aula Kantor Bappeda Mimika, Dalam forum strategis yang dihadiri Forkopimda dan seluruh OPD tersebut, Bupati Rettob menegaskan pembangunan Mimika ke depan tidak lagi sekadar program rutin, melainkan harus berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Arah pembangunan 2027 kita fokus pada ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal, pemberdayaan UMKM, serta percepatan digitalisasi ekonomi dan layanan publik,” tegasnya.

Menurutnya, tren pertumbuhan UMKM di Mimika menunjukkan sinyal positif. Hingga 2025, jumlah pelaku usaha kecil meningkat sekitar 30 persen dengan total mencapai 8.500 UMKM.

Namun, tantangan terbesar saat ini adalah masih minimnya pelaku usaha yang terhubung dengan platform digital. Padahal, peluang pasar terbuka lebar.

Produk-produk lokal Mimika bahkan telah menembus pasar internasional seperti Belanda dan Amerika melalui penjualan berbasis online.

“Ini peluang besar yang harus kita tangkap. Pendampingan UMKM harus diperkuat agar produk lokal punya nilai tambah dan mampu bersaing,” ujarnya.

Bupati Rettob juga mengingatkan seluruh OPD agar menghindari ego sektoral dalam penyusunan program. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dengan fokus pada kebutuhan riil masyarakat.

“Kita tidak boleh lagi buat program berdasarkan keinginan, tapi harus berdasarkan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Selain UMKM, sektor pariwisata, infrastruktur, transportasi, hingga jasa seperti hotel dan restoran turut menjadi perhatian dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

Sementara itu, perwakilan Bapperida Provinsi Papua Tengah, Ivana Piter, menilai Musrenbang RKPD sebagai forum kunci dalam memastikan pembangunan daerah berjalan terarah dan terukur.

Ia menyebut, tahun 2027 merupakan tahun ketiga pelaksanaan RPJMD Papua Tengah 2025–2029 dengan fokus pada peningkatan kualitas SDM, pengurangan kemiskinan, penguatan ekonomi, serta reformasi birokrasi.

Menurutnya, Mimika memiliki posisi strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Papua Tengah, sehingga perencanaan pembangunan harus berbasis pada masalah nyata dan menghasilkan dampak konkret.

“Ke depan, bukan lagi soal banyaknya program, tapi seberapa besar dampak dan capaian kinerjanya bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui Musrenbang ini, diharapkan seluruh aspirasi masyarakat dapat dirumuskan menjadi program prioritas yang tepat sasaran, sekaligus mendorong terwujudnya Mimika sebagai daerah yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan pada 2027. (moa)

Penulis: RedEditor: Red
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *