Dugaan Kasus Korupsi, Pengadaan Alkes RSUD  Jaraga Sasameh Barito Selatan.

  • Bagikan

Tabloidbnn.info.Buntok.  Kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan Sistem Ruang Operasi terintegrasi (SIRO) di RSUD Jaraga Sasameh kabupsten Barito Selatan (Barsel) terus menjadi sorotan publik.

Pemerhati hukum, Eman Supriyadi secara tegas mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk membongkar semua pihak yang terlibat termasuk bupati Barsel H Edy Raya Samsuri.

Menurut saya, dugaan kuat itu bukan hanya dua orang saja yang terlibat dalam kasus ini, harus ada tersangka lainya terang Eman kepada wartawan saat berada di pengadilan tipikor Palangkaraya Senin 14/04/2025.

Dalam persidangan pada 21 Januari 2025 lalu, nama Deddy Bahtiar muncul sebagai referensi, yang disebut langung oleh bupati H Edy Raya Damsuri namun saya menilai, istilah referensi itu penuh tanda tanya ujar Eman.

Ia menjelaskan proyek SIRO ini, bukanlah proyek kecil nilainya mencapai lebih kurang Rp 10 miliar dengan angka yang fantastis itu, pengaruh politik dan kekuasaan sangat mungkin bermain ungkap Eman.

Kemunculan satu nama dalam proyek strategis ini, bukan hanya kebetulan maka dari itu saya harap kepada APH segera membongkar habis-habisan, biar bisa nantinya bisa terungkap terang benderang, papar Eman.

Menurutnya para penyidik APH, wajib menyelidiki lebih dalam keterlibatan bupati Barsel H Edy Raya Samsuri, dalam pengadaan proyek tersebut seru Eman.

Eman menegaskan, saya menduga kuat bahwa ada peran Edy Raya dibalik pemilihan penyedia dan pengadaan proyek itu, jangan berhenti di Leonardus saja, karna ini persolan besar ada celah hukum dan permainan kekuasaan, yang harus di bongkar.

Eman menuturkan bahwa, dakwaan kejaksaan, terhadap Leonardus dan Florina menunjukan bahwa PT Prabu Mandiri Jaya perusahaan milik Florina, tidak memenuhi syarat administrasi dalam kasus pengadaan proyek SIRO RSUD Barsel Jaraga Sasameh.

Tidak hanya itu, PT Prabu Mandiri Jaya tidak melampirkan surat pernyataan bersedia tidak dibayar, jika pekerjaan tidak sesuai standar, fakta bahwa dokumen bermasalah tersebut tetap lolos evaluasi, ini menimbulkan dugaan kuat adanya manipulasi dalam proses lelang oleh pokja ULP.

Ini bukan sekedar kesalahan teknis saja, tapi di duga kuat pelanggaran yang terstruktur dan sistematis, bagaimana bisa dokumen yang tidak memenuhi syarat tetap dinyatakan lolos, ini harus di usut sampai tuntas siapa yang meloloskannya dan atas perintah siapa.

Dugaan kasus ini membuka mata publik bahwa permainan dalam proyek kesehatan, sangat rawan dimanfaatkan oleh kekuasaan, terkait maslah ini kita bicara tentang uang rakyat, tentang alat kesehatan, tentang integritas, jangan main-main Edy Raya harus diperiksa tutup Eman.

Penulis: Gusti AhyarEditor: Zion Magdalena Silalahi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *