Gampong Pulo Rangkileh Gelar Pertemuan Rembug Stunting dan MusrenbangDes

  • Bagikan

Tabloidbnn.info | Bireuen –  Rumbuk Stunting Desa yang dilaksanakan sebelum musyawarah Desa ( Musdes ) untuk. Penyusunan perencanaan pembangunan Desa untuk tahun berikutnya, Kamis, 19 Desember 2024.

Rembug Stunting ini berfungsi sebagai forum musyawarah antara kader-kader terkait seperti kader Desa, masyarakat Desa dengan pemerintah Desa dan BPD untuk membahas pencegahan dan penanganan masalah kesehatan di Desa khususnya Stunting dengan menggunakan sumber daya pembangunan yang ada di Desa pulo Rangkileh.

Kegiatan tersebut bertempat di Meunasah gampong /Desa pulo Rangkileh kecamatan, Jeunieb, kabupaten Bireuen.

Disela: sela kegiatan turut hadir : geuchik/ kepala Desa Zulkarnain,
1. Kapolsek Jeunieb Iptu Faisal- Riza .SH.MH.
2. Danramil Jeunieb Letda Inf Ismunadi Buwono.
3. M. Adam mewakili KUA Jeunieb.
4. Mawardi Anggota KUA Jeunieb.
5. Dr. Zubaidah kepala UPTD Puskesmas Jeunieb.
6. Nuraini kepala UPTD KB Kecamatan Jeunieb.
7. Sekcam : Bahagia: S. Sos.
8. Azwar :S.E .kasi PMG.
9. A. Wahab.S.Sos : Staf PMG.
10. Nur malawati : Staf PMG.
11. Suryani : Staf PMG.
12. Hasnita : PLD.
13. Fadli :PD.
14. Ando :Babinsa dari Koramil 03/ Jeunieb,Kodim 0111/ Bireuen.
15.Muslim:Bhabinkamtibmas.
16. Heri Antoni :Kanit Propos.
Tuha peut, tuha lapan,tokoh agama, tokoh masyarakat,tokoh pemuda, kader pkk, kader bkn, Bidan Desa, kpm, beserta unsur-unsur masyarakat lainnya.

Adapun kegiatan utama dalam Rembuk Stunting di Desa pulo Rangkileh meliputi pembahasan usulan program/ kegiatan intervensi gizi Spesifik dan sensitif yang disusun dalam diskusi kelompok , pembahasan dan penyepakatan prioritas usulan program/ kegiatan intervensi gizi spesifik dan sensitif.

Kesepakatan hasil Rembuk stunting di Desa dituangkan dalam Berita Acara yang ditandatangani oleh perwakilan peserta Rembuk stunting, dan pemerintah Desa.

Agar warga masyarakat berpartisipasi aktif dalam Rembuk stunting di Desa sebelum diselenggarakan kegiatan tersebut dimaksud harus dilakukan informasi/ publikasi/ desiminasi dan juga sosialisasi tentang stunting, pemetaan sosial terhadap sasaran 1000 hari pertama kehidupan ( HPK ) dan diskusi kelompok terarah tentang analisis data stunting dan penyusunan rancangan rencana program/ kegiatan konvergensi pencegahan stunting.

Selanjutnya usulan program/ kegiatan dalam mendukung konvergensi pencegahan stunting yang dihasilkan dalam rembuk stunting dibawa dan dikawal dalam kegiatan perencanaan Desa melalui musyawarah Desa dan musrenbangdes untuk menentukan prioritas program/ kegiatan yang akan mendapatkan penganggaran dari APBDES di tahun berikutnya.

( Usulan ketahanan pangan )
1. Pembuatan talud dusun Blang Gunci 200 m.( Rp. 85.000,000 )
2. Pengadaan bebek( PKK ) pulo Rangkileh 2000 ekor. ( Rp. 60.000,000 )
3. Pengadaan kebun Gizi ( PKK ) 1 paket ( Rp. 10.000,000.)

( Usulan Infrastruktur)
1.Gudang KKK di dusun Citotok ketapang 1 unit ( Rp. 150.000,000.)
2.Rumah Rehab 3 unit ( Rp. 60.000,000.)
3.Jamban 6 unit (Rp. 48.000,000 )
4.Rehab jalan Rambat Beton.

( Usulan PKK )
1. Poto Booth 1 unit(Rp. 30.000,000.)
2. Pelatihan menjahit 1 kali. ( Rp. 10.000,000.)
3. Seragam PKK 23 pasang (Rp. 6.900,000.)

( Karang taruna )
1.Rehab lapangan footsal ( Rp. 30.000,000. )
2.Pengajian Rutin ( Rp. 15.000,000.

( Usulan BUMG)
1. Usaha pertanian ( Rp. 150.000,000.)
2. Keagamaan dan kebudayaan ( Rp. 30.000,000.)
3. Maulid danSantunan anak yatim ( Rp. 5.000,000.)
4. Cerdas cermat ( Rp. 40.000,000.)

Tabel data stunting didesa pulo Rangkileh tahun 2024.
Pencegahan stunting
1.Mencukupi gizi pada masa 1000 HPK
2.Memberi asi ekslusif
3.Memberikan imunisasi dasar secara lengkap
4.Memastikan anak mengkonsumsi makanan bergizi.

Jumlah penduduk : 641/KK : 210/sasaran Balita 73/sasaran bayi 11/sasaran Ibu hamil 12 / sasaran ibu nifas 12/ stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak yang ditandai dengan tinggi badan yang lebih pendek dari rata: raya anak seusianya.
Stunting disebabkan karena kekurangan gizi kronologis baik pada ibu hamil selama masa kehamilan maupun pada anak disaat masa pertumbuhan.

Penceramah stunting dapat dapat dilakukan dengan mencukupi asupan gizi sejak dalam masa pertumbuhan sehingga berusia 2 tahun memberikan asi ekslusif dari bayi sampai enam bulan dan mengusahakan anak mendapatkan imunisasi yang lengkap.

Dan baergai macam usulan lainnya dari masing-masing bidang diantaranya bidang KB, bidang posyandu dan posyandu lansia, bidang pembangunan/ infrastruktur.

Selain usulan tersebut dalam acara itu juga dipaparkan program kerja yang sudah terlaksana pada tahun 2024 .
Selanjutnya acara tersebut diakhiri dengan pembacaan doa yang selanjutnya para peserta membubarkan diri dengan tertib.

Penulis: Sitorus
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *