Insiden Baku Tembak di Maybrat, Tiga Prajurit TNI AL Tertembak, Dua Gugur, Satu Kritis

  • Bagikan

Prajurit TNI AL yang gugur

Tabloidbnn.info.Sorong, – Insiden baku tembak terjadi di wilayah Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, yang mengakibatkan dua prajurit TNI Angkatan Laut gugur dan satu lainnya mengalami luka kritis, Minggu (22/3).

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 07.00 WIT di Kampung Sori, Distrik Aifat Selatan.

Ketiga prajurit yang menjadi korban diketahui merupakan personel satuan tugas yang sedang melaksanakan tugas pengamanan di wilayah tersebut.

Dua prajurit yang gugur yakni Prada Mar Elki Saputra dari Yonmar 10 dan Prada Mar Andi Suvio dari Yonmar 7.

Sementara satu prajurit lainnya, Kopda Mar Eko Sutikno dari Yonmar 7, saat ini dalam kondisi kritis dan tengah menjalani perawatan intensif di RSAL dr. R. Oetojo.

Selain menimbulkan korban jiwa, insiden tersebut juga mengakibatkan dua pucuk senjata api milik prajurit dirampas oleh kelompok orang tak dikenal (OTK).

Kapendam XVIII/Kasuari, Letkol Inf J. Daniel P. Manalu, membenarkan adanya kontak senjata yang terjadi di wilayah tersebut. Namun, pihaknya belum dapat memberikan keterangan rinci terkait kronologi kejadian.

“Memang benar terjadi kontak senjata di Maybrat yang mengakibatkan dua prajurit gugur. Namun untuk detail kejadian masih dalam pendalaman,” singkatnya.

Hingga kini, aparat keamanan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap pelaku serta memastikan situasi keamanan di wilayah tersebut tetap terkendali.

Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, turut menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut. Ia bahkan menyempatkan diri menjenguk korban yang sedang dirawat di rumah sakit.

“Kami sangat prihatin dan berduka atas gugurnya dua prajurit yang sedang menjalankan tugas negara. Ke depan, kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” ujar Elisa saat dikonfirmasi di RSAL.

Menurutnya, peristiwa ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.

Ia menegaskan pentingnya peningkatan kewaspadaan bagi seluruh personel yang bertugas di wilayah rawan.

“Kita tidak ingin ada lagi kejadian yang mengorbankan nyawa prajurit. Situasi keamanan harus menjadi prioritas bersama,” tegasnya.

Elisa juga berharap kondisi keamanan di Maybrat dapat segera pulih agar masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan aman dan normal.

TPN-PB Akui Bertanggung Jawab

Sementara dalam siaran pers Juru Bicara Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB, Sebby Sambom mengakui sebagai pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Selain menewaskan dua orang prajurit, TPNPB juga mengklaim menyita dua pucuk senjata api beserta logistik militer dari lokasi kejadian.

Aksi tersebut disebut dilakukan oleh pasukan TPNPB Kodap IV Sorong Raya di bawah pimpinan Denny Moos.

Dalam laporan yang sama, pihak TPNPB turut menyinggung kondisi warga sipil di wilayah tersebut.

Mereka menyebutkan sebelumnya warga sempat mengungsi ke hutan, namun diduga dipaksa kembali ke rumah oleh aparat keamanan pada 21 Maret 2026.

Pasca insiden penyerangan, warga kembali dilaporkan merasa takut dan sebagian mengungsi karena khawatir akan adanya operasi balasan.

TPNPB juga mengklaim adanya rencana pengiriman tambahan pasukan militer dari Sorong menuju lokasi kejadian melalui jalur darat dan udara. (red)

Penulis: RedaksiEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *