Tabloidbnn.info. Jakarta, – Letnan Jenderal (Letjen) TNI Lucky Avianto resmi dilantik sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III dalam upacara serah terima jabatan (sertijab) yang digelar di Mabes TNI, Kamis (26/3).
Pelantikan tersebut sekaligus menandai kenaikan pangkat Lucky Avianto dari Mayor Jenderal (Mayjen) menjadi Letjen TNI.
Ia menggantikan Letjen TNI Bambang Trisnohadi dalam jabatan strategis yang membawahi wilayah pertahanan Indonesia Timur.
Penunjukan Lucky Avianto dinilai tepat mengingat Kogabwilhan III memiliki cakupan wilayah yang kompleks dan strategis, termasuk dan sekitarnya, yang menghadapi tantangan keamanan sekaligus percepatan pembangunan.
Dikenal sebagai lulusan terbaik Akademi Militer (Akmil) 1996 dan peraih penghargaan Adhi Makayasa, Lucky memiliki rekam jejak panjang dalam operasi militer dan kepemimpinan di lapangan.
Julukan “Jenderal Hantu Rimba” melekat pada dirinya berkat kiprahnya dalam berbagai operasi penanganan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.
Sebelum dipercaya memimpin Kogabwilhan III, Lucky pernah menjabat sebagai Pangdam XXIV/Mandala Trikora serta Panglima Komando Operasi (Pangkoops) Habema.
Pengalaman tersebut dinilai memperkuat kapasitasnya dalam memahami dinamika keamanan di kawasan timur Indonesia.
Meski dikenal tegas dalam operasi militer, Lucky tetap mengedepankan pendekatan humanis.
Ia aktif mendorong keterlibatan TNI dalam membantu pembangunan, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan masyarakat Papua.
“Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Prinsip itu selalu menjadi dasar dalam setiap operasi yang kami jalankan,” ujar Lucky.
Ia juga menegaskan kehadiran TNI tidak semata-mata untuk menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.
“TNI hadir bukan hanya menjaga keamanan, tapi juga menjadi bagian dari solusi untuk masa depan Papua yang lebih sejahtera,” pungkasnya.
Dengan kepemimpinan baru di tubuh Kogabwilhan III, diharapkan sinergi pertahanan dan pembangunan di wilayah Indonesia Timur semakin kuat dan mampu menjawab berbagai tantangan ke depan. (red)













