Jubir Aceh Tamiang : Bantuan Daging Meugang Presiden RI Disalurkan Berbasis Jumlah KK

  • Bagikan

Tabloidbnn.info | Aceh Tamiang – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang memastikan bantuan kemasyarakatan dari Presiden RI Prabowo Subianto untuk penyaluran daging Meugang menyambut Ramadhan 1447 H akan didistribusikan berdasarkan jumlah Kepala Keluarga (KK).

Langkah ini diambil guna menjamin keadilan bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di setiap kampung.

​Hal tersebut ditegaskan oleh Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, M. Farij, pada Jumat (13/2/2026). Ia menjelaskan bahwa petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat telah menetapkan mekanisme distribusi yang proporsional.

​”Juknis dari pusat sudah keluar. Bantuan didistribusikan sesuai jumlah KK di masing-masing kampung yang terdampak bencana hidrometeorologi. Jadi, acuannya adalah data jiwa atau KK, bukan dibagi rata per desa,” tegas Farij.

​Farij merinci bahwa Kabupaten Aceh Tamiang menerima alokasi bantuan sebesar Rp10,5 miliar yang ditujukan bagi 210 kampung terdampak. Berbeda dengan asumsi pemberian sapi hidup, bantuan yang akan sampai ke tangan masyarakat adalah dalam bentuk daging olahan siap masak.

​”Pemerintah memberikan daging olahan kepada setiap KK korban bencana, bukan memberikan sapi hidup kepada pihak desa. Saat ini kami sedang mematangkan teknis pendistribusian agar berjalan lancar dalam beberapa hari ke depan,” tambahnya.

Apresiasi dari Forum Datok Penghulu

​Kebijakan ini sejalan dengan aspirasi yang disampaikan oleh Forum Datok Penghulu Kecamatan Bendahara. Sebelumnya, Ketua Forum, Syaiful Syahputra (Datok Keng), meminta agar Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, menerapkan kebijakan berbasis jumlah penduduk agar tidak timbul ketimpangan.

​”Kami sangat menghargai niat baik Presiden Prabowo. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan jumlah KK antar-kampung sangat kontras. Ada yang memiliki lebih dari 200 KK, ada yang di bawah 50 KK. Jika dibagi rata per desa (misal Rp50 juta per desa), warga di desa padat penduduk hanya akan mendapat hitungan ons, sementara desa sepi penduduk bisa mendapat hitungan kilogram,” jelas Datok Keng.

​Ia menekankan bahwa pembagian berbasis KK sangat krusial untuk menjaga kondusivitas masyarakat dan mencegah potensi konflik horizontal. “Masyarakat saat ini sedang kesulitan akibat bencana. Jangan sampai bantuan yang tujuannya mulia malah memicu perpecahan karena ketidakadilan distribusi,” harapnya.

Alokasi Bantuan di Provinsi Aceh

​Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 19 kabupaten/kota di Aceh yang terdampak bencana hidrometeorologi menerima total bantuan kemasyarakatan senilai Rp72,75 miliar (setara 1.455 ekor sapi).

​Berikut adalah rincian alokasi di beberapa wilayah terdampak:

  • Aceh Utara: 391 ekor (Rp19,55 miliar)
  • Aceh Tamiang: 210 ekor (Rp10,5 miliar)
  • Aceh Tengah: 161 ekor (Rp8,05 miliar)
  • Aceh Timur: 151 ekor (Rp7,55 miliar)
  • Pidie Jaya: 98 ekor (Rp4,9 miliar)
  • (Serta wilayah lainnya mulai dari Bener Meriah hingga Simeulue)

​Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat Aceh dalam merayakan tradisi Meugang di tengah pemulihan pascabencana.

Penulis: Abdul Karim
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *