Karyawan PT Mpeigelah Tewas Ditembak OTK di Area Reklamasi Manado Dump Grasberg, Ini Identitasnya

  • Bagikan

Ilustrasi

Tabloidbnn.info.Timika, – Seorang karyawan kontraktor yang bekerja di area operasional Indonesia dilaporkan meninggal dunia setelah ditembak oleh orang tak dikenal (OTK) di kawasan Grasberg, Distrik Tembagapura, Kabupaten Tengah, Rabu (11/3).

Korban diketahui bernama Simson Mulia yang merupakan karyawan dari CV Mpeigelah dan bertugas di lingkungan kerja perusahaan tambang tersebut.

Berdasarkan data yang diperoleh, peristiwa penembakan terjadi sekitar pukul 08.39 WIT di kawasan Reklamasi Lama Manado Dump, kawasan tambang Grasberg.

Informasi awal kejadian disampaikan melalui radio darurat oleh Abraham, rekan kerja korban yang berada dalam satu kendaraan operasional jenis Light Vehicle (LV) bernomor lambung 4446 saat kejadian terjadi.

Dalam laporan tersebut disebutkan saat keduanya sedang dalam perjalanan menuju lokasi kerja, korban tiba-tiba tidak sadarkan diri dengan luka di bagian kepala yang diduga akibat tembakan.

Korban kemudian langsung dilarikan ke Rumah Sakit AEA yang berada di area tambang untuk mendapatkan perawatan medis.

Namun berdasarkan informasi Departemen Security Risk Management PT Freeport Indonesia, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Hingga saat ini aparat keamanan masih melakukan pemantauan serta koordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memastikan kronologi lengkap kejadian serta mengungkap pelaku penembakan.

Dalam kejadian itu, Kepala Satuan Tugas (Satgas) Amole untuk pengamanan PT Freeport Indonesia (PTFI) Ajun Komisaris Besar Polisi Yendri langsung mengerahkan anggotanya menuju lokasi bekas tambang terbuka Grasberg.

Sampai sekarang anggota masih berada di Grasberg dipimpin langsung oleh Kasatgas Amole. Sementara kami dari Polsek Tembagapura ada Kanit Patroli dan Kanit Reskrim juga ikut ke sana, ujar Firman.

Ia belum bisa memastikan pelaku penembakan tersebut berasal dari kelompok mana.

“Dugaan sementara dari OTK, kami belum bisa memastikan pelakunya,” kata Firman.

Menyusul kejadian tersebut, pengamanan di kawasan pertambangan PTFI semakin diperketat, mulai dari wilayah dataran rendah yang mencakup Pelabuhan Portsite Amamapare, Bandara Mozes Kilangin Timika, dan Kuala Kencana, hingga wilayah dataran tinggi mulai dari Tembagapura, hingga Grasberg.

Pada bulan Februari lalu, seorang anggota TNI juga meninggal dunia akibat ditembak kelompok kriminal bersenjata di Mile 50, Distrik Tembagapura, saat dalam perjalanan dari Timika ke Tembagapura.

Dalam kejadian itu, tiga senjata api dibawa kabur oleh kelompok separatis KKB.(red/ant)

Penulis: RedaksiEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *