Ketua Apaksindo Kotawaringin Barat, Pertanyakan Proyek APBD Satu Rekanan Diduga dapat Puluhan Paket

  • Bagikan

Tabloidbnn.info Pangkalan Bun, Ketua BPC Apaksindo (Asosiasi Pengusaha Kontraktor Seluruh Indonesia) Kotawaringin Barat Kalteng Kistolani, menyuarakan keprihatinan, atas dugaan ketidakseimbangan dan ketidakadilan dalam distribusi proyek pembangunan, yang bersumber dari Anggaran Pemerintah Daerah (APBD) Kobar tahun 2025.

Kistolani mengatakan adanya laporan bahwa satu rekanan atau kontraktor, diduga mendapatkan puluhan paket APBD, dengan jumlah yang disebut dari 16 Hinga 70 paket dalam satu tahun anggaran, Rabu 27/08/2025.

Kami tidak menuduh, tapi mempertanyakan saja prosesnya. Kenapa satu kontraktor kok bisa mendapatkan proyek dalam jumlah begitu banyak, dan sementara kontraktor lain banyak yang tidak tersentuh alias tidak mendapatkan proyek tersebut, ucap Kistolani kepada media Tabloidbnn.info.

Menanggapi hal ini, pihaknya secara resmi telah mengajukan permintaan klarifikasi kepada Ketua DPRD Kobar Mulyadin, untuk memperoleh penjelasan menyangkut mekanisme penunjukan atau proses lelang proyek yang bersangkutan

Ia menegaskan bahwa, keadilan dan transparansi dalam pembagian pekerjaan sangat penting, demi menciptakan iklim usaha yang sehat di sektor konstruksi lokal, khusunya di Kobar ini.

Praktik-praktik seperti ini, jika dibiarkan bisa mengarah pada dominasi usaha oleh segelintir pihak saja, dan akan mematikan ruang gerak para kontraktor lainnya, dan ini bertentangan dengan semangat pemerataan dan keadilan ekonomi, tegas Kistolani.

Apaksindo Kobar, sebagai wadah para pelaku usaha dibidang jasa konstruksi, berkomitmen untuk terus mengawal dan proses pengadaan, agar tidak terjadi penyalahgunaan kewenangan maupun praktik monopoli terselubung, ungkap Kistolani.

Lebih lanjut, Kami ingin pembangunan berjalan, tapi jangan sampai ada pihak-pihak yang terlalu diistimewakan, semua kontraktor lokal juga punya hak, keahlian dan kemampuan, ujar Kistolani.

Saya juga mengimbau, para anggota Apaksindo agar tetap solid, serta aktif menyampaikan masukan dan melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan proyek di Kotawaringin Barat ini, tutup kistolani.

Penulis: Gusti AhyarEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *