Tabloidbnn.info. TIMIKA– Vakumnya aktivitas **Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)** di Kabupaten Mimika menuai kritik tajam dari kalangan pemuda (9/3/2026). Ketua Aliansi Pemuda Amungsa, Helois Kemong, secara terbuka melontarkan kritik pedas terhadap kondisi organisasi yang seharusnya menjadi rumah besar bagi seluruh pemuda tersebut.
Dalam pernyataannya kepada wartawan, Helois menilai KNPI Mimika saat ini seperti “mati suri”—ada secara nama, tetapi nyaris tak terlihat aktivitasnya. Kondisi ini, menurutnya, menjadi ironi di tengah besarnya potensi generasi muda di Mimika yang seharusnya bisa menjadi motor penggerak pembangunan daerah.
“KNPI seharusnya menjadi wadah pemersatu pemuda, bukan sekadar papan nama organisasi. Kalau dibiarkan vakum seperti ini, maka pemuda kehilangan ruang untuk berproses dan berkontribusi,” tegas Helois.
Ia menilai kevakuman KNPI bukan hanya persoalan organisasi semata, tetapi juga mencerminkan lemahnya perhatian terhadap pembinaan generasi muda. Padahal, menurutnya, kekuatan sebuah daerah sangat ditentukan oleh soliditas dan persatuan pemudanya.
Helois pun mendesak Ketua KNPI Provinsi Papua Tengah agar tidak tinggal diam melihat kondisi tersebut. Ia meminta pengurus provinsi segera turun tangan untuk menyelesaikan persoalan internal yang terjadi di tubuh KNPI Mimika agar organisasi tersebut kembali berjalan sesuai dengan aturan dan mekanisme organisasi.
“Kalau ada masalah, selesaikan secara terbuka dan sesuai aturan organisasi. Jangan biarkan KNPI Mimika seperti kapal tanpa nahkoda,” katanya.
Tak hanya itu, Helois juga menyoroti peran Pemerintah Kabupaten Mimika yang dinilai perlu lebih peka terhadap dinamika pemuda. Ia meminta Bupati dan Wakil Bupati Mimika tidak menutup mata terhadap kondisi organisasi kepemudaan yang sedang tidak sehat.
Menurutnya, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab moral untuk mendorong penataan organisasi kepemudaan serta merangkul seluruh elemen pemuda agar tetap berada dalam satu barisan yang konstruktif.
“Kalau pemuda tercerai-berai dan wadahnya tidak berjalan, maka yang dirugikan adalah masa depan daerah. Pemerintah harus hadir, menata, dan merangkul pemuda agar Mimika tetap aman, damai, dan maju,” ujarnya.
Helois menegaskan, Mimika memiliki banyak pemuda potensial yang siap berkontribusi. Namun tanpa wadah yang aktif dan sehat seperti KNPI, energi besar tersebut berisiko terbuang sia-sia.
“Pemuda Mimika bukan kekurangan energi, tapi kekurangan ruang. Jangan sampai rumah besar pemuda dibiarkan kosong tanpa aktivitas,” pungkasnya.












