Lahan Hunian Tetap di Kejuruan Muda Bagi Korban Banjir Mulai Dimatangkan

  • Bagikan

Tabloidbnn.info | ​Aceh Tamiang – Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolri, Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, atas bantuan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi.

​Hal tersebut disampaikan Bupati dalam kegiatan doa bersama sekaligus pembukaan proses pematangan lahan Huntap bantuan Polri di Kampung Simpang Kanan, Kecamatan Kejuruan Muda, Selasa (13/1/26).

​“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolri atas kepeduliannya memberikan bantuan hunian tetap bagi warga kami di Aceh Tamiang,” ujar Bupati Armia.

​Selain kepada Kapolri, Bupati Armia juga memberikan apresiasi kepada Kapolda Aceh beserta jajaran atas kerja kolaboratif dalam upaya pemulihan Bumi Muda Sedia. Menurutnya, sinergi ini sangat krusial bagi normalisasi kehidupan warga pasca-banjir besar yang melanda seluruh wilayah Aceh Tamiang pada akhir November 2025 lalu.

​“Terima kasih kepada Bapak Kapolda Aceh yang telah membantu sejak proses pembersihan hingga tahap pemulihan saat ini. Semoga ini menjadi amal kebaikan bagi kita semua,” tambahnya.

​Pada kesempatan yang sama, Kapolda Aceh, Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah, menyatakan bahwa pihaknya menargetkan proses pematangan lahan rampung dalam waktu maksimal dua minggu.

​“Kami berupaya pengerjaan lahan ini selesai secepat mungkin agar agenda peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Bapak Kapolri dapat segera dilaksanakan,” jelas Irjen Marzuki.

​Kapolda juga mengusulkan agar pembangunan fisik Huntap nantinya melibatkan tenaga kerja lokal. Strategi ini diharapkan tidak hanya mempercepat pembangunan, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar serta menekan potensi inflasi daerah.

​Mendukung inisiatif tersebut, HR PTPN 1, Dedi Cahyadi, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan lahan seluas hingga 10 hektare. Ia menegaskan komitmen PTPN 1 bersama BP BUMN dan Danantara untuk mendukung penuh pemulihan pasca-bencana di wilayah Aceh Tamiang dan Sumatera.

​Sebagai informasi, sebanyak 200 unit Huntap akan dibangun di atas lahan seluas lebih dari 6 hektare. Meskipun beberapa dokumen administrasi masih dalam proses birokrasi, pemerintah daerah dan Polri sepakat melakukan langkah percepatan pada aspek kesiapan lahan dan perencanaan logistik.

​Kegiatan peninjauan ini ditutup dengan doa bersama dan penyantunan anak yatim sebagai wujud empati dan rasa syukur atas dimulainya pembangunan hunian bagi masyarakat terdampak.

Penulis: Abdul Karim
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *