Masyarakat Palang Gedung Sekolah, Membuat Proses Belajar Mengajar Berhenti.

  • Bagikan

Foto : Diana kepala sekolah dan oknum masyarakat yang malang gedung sekolah.

Tabloidbnn.info. Timika. Aksi pemalangan sekolah kembali terjadi di Kabupaten Mimika, Rabu (14/1/2026). Akibat kejadian tersebut, aktivitas proses belajar mengajar di sekolah tidak dapat dilaksanakan.

Kepala Sekolah SD Negeri Inauga Sempan, Diana Domakubun, mengatakan pihaknya telah menerima informasi terkait pemalangan tersebut sejak Selasa malam. Mengetahui hal itu, ia langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan bersama-sama mendatangi lokasi sekolah.

“Saya dapat informasi sejak semalam, segera saya ke kantor polisi dan bersama-sama kami datang ke sini. Namun saat itu mereka sudah tidak ada di tempat dan semalam juga belum ada spanduk pemalangan,” kata Diana.

Ia menjelaskan, pada Rabu pagi pihak sekolah kembali datang dengan harapan kegiatan belajar mengajar bisa berjalan seperti biasa. Pasalnya, selama ini meskipun sempat terjadi pemalangan, siswa masih tetap bisa masuk ke sekolah.

“Pagi ini kami datang, dan saya pikir anak-anak bisa masuk karena selama ini walaupun mereka palang, kami masih bisa masuk,” ujarnya.

Namun demikian, pemalangan kali ini menyebabkan aktivitas sekolah benar-benar terhenti. Diana juga mengungkapkan bahwa kejadian serupa sudah berulang kali terjadi.

“Ini sudah kali ke tujuh mereka palang-palang seperti begini,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu pihak yang melakukan pemalangan, Anton Jitmau, menyampaikan bahwa mereka menuntut adanya solusi terkait pembayaran yang menjadi tuntutan mereka.

“Kami hanya minta solusi itu pembayaran. Kami minta yang bertanggung jawab itu turun ke sini,” tegas Anton.

Aksi pemalangan sekolah kembali terjadi di Kabupaten Mimika, Rabu (14/1/2026). Akibat kejadian tersebut, aktivitas proses belajar mengajar di sekolah tidak dapat dilaksanakan.

Kepala Sekolah SD Negeri Inauga Sempan, Diana Domakubun, mengatakan pihaknya telah menerima informasi terkait pemalangan tersebut sejak Selasa malam. Mengetahui hal itu, ia langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan bersama-sama mendatangi lokasi sekolah.

“Saya dapat informasi sejak semalam, lalu saya langsung ke kantor polisi dan bersama-sama kami datang ke sini. Namun saat itu mereka sudah tidak ada di tempat dan semalam juga belum ada spanduk pemalangan,” kata Diana.

Ia menjelaskan, pada Rabu pagi pihak sekolah kembali datang dengan harapan kegiatan belajar mengajar bisa berjalan seperti biasa. Pasalnya, selama ini meskipun sempat terjadi pemalangan, siswa masih tetap bisa masuk ke sekolah.

“Pagi ini kami datang, jadi saya pikir anak-anak bisa masuk karena selama ini walaupun mereka palang, kami masih bisa masuk,” ujarnya.

Namun demikian, pemalangan kali ini menyebabkan aktivitas sekolah benar-benar terhenti. Diana juga mengungkapkan bahwa kejadian serupa sudah berulang kali terjadi.

“Ini sudah kali ke tujuh mereka palang-palang seperti begini,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu pihak yang melakukan pemalangan, Anton Jitmau, menyampaikan bahwa mereka menuntut adanya solusi terkait pembayaran yang menjadi tuntutan mereka.

“Kami hanya minta solusi itu pembayaran. Kami minta yang bertanggung jawab itu turun ke sini,” tegas Anton.

Penulis: ErwinEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *