Nawaripi Bergerak: Kolam Dayung Disiapkan Jadi Ikon Olahraga dan Wisata Lokal

  • Bagikan

Tabloidbnn.info.MIMIKA — Semangat membangun dari akar rumput kembali bergelora. Kampung Nawaripi menunjukkan langkah nyata dengan memulai pembersihan dan penggalian kolam dayung di kawasan Mile 21, Jumat (3/4/2026), sebagai bagian dari persiapan festival olahraga dan rekreasi rakyat yang akan digelar pada Mei mendatang.

Menggunakan alat berat yang dioperasikan oleh Pak Dullah, proses penataan kolam sepanjang 600 meter itu difokuskan pada pembersihan badan kolam sekaligus pelebaran lintasan. Penataan ini dirancang untuk menghadirkan arena lomba yang representatif, mampu menampung hingga 5–6 perahu tradisional dalam satu jalur, sekaligus meningkatkan standar kegiatan olahraga air di tingkat kampung.

Tokoh kampung, Norman Ditubun, menegaskan bahwa pembangunan kolam dayung ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan langkah strategis membangkitkan potensi lokal. Kolam tersebut akan menjadi pusat berbagai kegiatan, mulai dari lomba dayung tradisional, lomba renang anak-anak, hingga lomba memancing yang melibatkan masyarakat luas.

“Ini bukan hanya soal lomba, tapi tentang memperkuat kebersamaan dan membuka peluang ekonomi baru berbasis potensi kampung,” ujarnya optimistis.

Dalam waktu dekat, panitia pelaksana akan segera dibentuk dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat—mulai dari aparat kampung, pengurus BUMDes, Pokdarwis, hingga tingkat RT. Keterlibatan kolektif ini diharapkan menjadi kunci sukses penyelenggaraan festival yang inklusif dan berdampak luas.

Partisipasi juga tidak hanya terbatas pada Kampung Nawaripi. Sejumlah kampung sekitar seperti Koperapoka, Nayaro, Tipuka, Ayuka, hingga wilayah pesisir lainnya akan turut ambil bagian. Bahkan, sekolah-sekolah dijadwalkan ikut meramaikan lomba, khususnya pada cabang renang dan dayung, guna menumbuhkan semangat sportivitas sejak dini.

Saat ini, perahu tradisional untuk perlombaan telah disiapkan dan disimpan di LPK Nawaripi. Sementara pekerjaan lapangan terus dipercepat agar seluruh fasilitas, termasuk kolam renang dan kolam pancing, siap digunakan tepat waktu.

Kolam dayung dengan lebar 12 meter dan panjang 600 meter ini dirancang memiliki jalur start di pintu masuk kawasan dan garis finis di depan Gua Bunda Maria Pelindung Abadi. Desain ini tidak hanya menghadirkan arena olahraga yang fungsional, tetapi juga memperkuat nilai estetika dan daya tarik wisata kawasan.

Pemerintah kampung bersama tim pekerja menargetkan seluruh proses pembersihan dan penataan rampung dalam waktu satu minggu. Lebih dari sekadar persiapan festival, inisiatif ini menjadi simbol kebangkitan aktivitas sosial, olahraga, dan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal—sebuah langkah maju menuju kampung yang mandiri dan berdaya.

Penulis: ErwinEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *