Pemko Lhokseumawe Himbau Peternak Sapi Waspadai wabah penyakit Mulut Dan Kuku PMK

  • Bagikan

Tabloidbnn.Info – Lhok Seumawe. Pemerintah Kota Lhokseumawe patut waspada dengan merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang kembali merebak dan menyerang ribuan hewan ternak di Kota Lhokseumawe. Pasalnya Kota Lhokseumawe merupakan daerah dengan populasi hewan ternak sapi.

Bahkan, kemunculan penyakit yang menyerang ternak sapi dan sejenisnya ini langsung merebak di akhir tahun 2024 kemarin dan dilaporkan masih terjadi sampai saat ini.

Pertama kali penyakit mulut dan kuku ditemukan diawal Desember 2024 di Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe dan Blang Mangat dan ini terus menyebar kedaerah pedesaan lain,berdasarkan laporan masyarakat pihak petugas menuju kelokasi,menurut laporan yang telah disampaikan kesistem pelaporan Ishiknas sampai saat ini lebih 200 ekor ternak terserang PMK juga telah di lakukan pengobatan secara insentif.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Drh. Afriza Dinas Kelautan, Perikanan,Pertanian dan Pangan Kota Lhokseumawe Aceh telah melakukan koordinasi dengan petugas di Puskeswan untuk melakukan kesiapan dan waspada segera melakukan tindakan segera mungkin,kita minta petugas terus melakukan pemantauan dilapangan. Ujarnya

Tambahnya, potesi penularan PMK itu sekitar 8000 ekor Sapi dan ternak kambing serta domba 20 ribu ekor, kedatangan Tim BP-Vet dari Provinsi Sumatra Utara telah melakukan penyidikan ke lokasi dan juga pihak Dinas Peternakan Provinsi Aceh. Dalam hal ini juga pihak BP-Vet Medan ikut membatu mengirimkan obat dan obat tambah Dinas Provinsi Aceh.

“Merebaknya penularan PMK itu mulai awal bulan Desember tahun 2024 kemarin, dalam satu bulan ada beberapa kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Pemkot Lhokseumawe ada 2 wilayah Kecamatan,” Kata Afriza saat ditemui di ruangannya. Rabu (08/1/2024).

Menurutnya, kasus ini kembali muncul dan dikarenakan perubahan musim. dari kemarau ke musim penghujan. Selain itu, banyaknya sapi yang terkena PMK akhir-akhir ini adalah sapi-sapi yang belum divaksin ataupun sapi baru yang berasal dari luar daerah.

“Banyak sapi yang oleh pemiliknya belum divaksin. Sekarang stok vaksin sudah gak ada, jadi sebisa mungkin para peternak sendiri yang memvaksin,” Ucapnya.

Lebih lanjut Afriza meminta kepada para peternak agar tak perlu risau dalam menghadapi kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ini. Di sini pemilik ternak harus melakukan dengan cara menjaga kebersihan kandang ternak mulai dari pemberian makanan hingga penyemprotan disinfektan secara rutin di area kandang. Tak hanya itu, pemberian vitamin juga menjadi fokus Pemkab Pasuruan dalam memberantas kasus PMK.

“Yang paling penting meningkatkan pengawasan dan pengendalian lalu lintas hewan, produk hewan, dan media pembawa penyakit hewan lainnya dari peternakan atau lokasi kejadian/kasus,”Himbaunya.(MZ)

Penulis: MuzakkirEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *