MIMIKA – Selama periode 2022 hingga 2024, Kampung Karya Kencana di Distrik Kuala Kencana telah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa kepada warga yang tergolong miskin dan rentan. Sekretaris Kampung, Rakam Santoro, memaparkan detail penyaluran BLT dalam kurun waktu tersebut, yang mengalami perubahan jumlah penerima berdasarkan evaluasi kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Pada tahun 2022, sebanyak 115 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima BLT dengan total anggaran sebesar Rp 414 juta. Dana ini dicairkan dalam tiga tahap, dan setiap KPM menerima Rp 3,6 juta sepanjang tahun.
Memasuki tahun 2023, jumlah penerima berkurang menjadi 24 KPM, dengan total anggaran sebesar Rp 86.400.000. Sama seperti tahun sebelumnya, pencairan dilakukan dalam tiga tahap. Penurunan jumlah penerima ini merupakan hasil evaluasi terhadap kondisi ekonomi warga.
Sementara itu, pada tahun 2024, BLT dialokasikan untuk 36 KPM, dengan total anggaran sebesar Rp 64.800.000. Hingga saat ini, penyaluran baru dilaksanakan untuk tahap pertama.
Menurut Rakam Santoro, prioritas penerima BLT diberikan kepada kelompok masyarakat yang paling membutuhkan, seperti keluarga miskin, lansia, anak yatim piatu, serta individu dengan penyakit menahun. Penetapan daftar KPM dilakukan melalui musyawarah kampung guna memastikan bantuan tepat sasaran.
“Kami terus melakukan evaluasi tahunan. Jika kondisi ekonomi warga penerima mengalami peningkatan, mereka akan dikeluarkan dari daftar penerima, sehingga bantuan dapat dialihkan kepada warga lain yang lebih membutuhkan,” jelas Rakam, saat ditemui di Jalan Budi Utomo Ujung, Jumat (15/11/2024).
Program bertujuan membantu warga memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga diharapkan dapat menjadi stimulus dalam mendorong perbaikan ekonomi di Kampung Karya Kencana. Rakam menegaskan bahwa pengelolaan BLT dilakukan dengan transparansi tinggi agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.












