Tabloidbnn.info | Aceh Tamiang – Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, S.E.I., bersama Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, S.E., melaksanakan panen raya padi di Kampung Air Masin, Kecamatan Seruway, pada Kamis (6/11/2025).
Kegiatan ini menjadi momentum penting kebangkitan sektor pertanian di Aceh Tamiang setelah lahan sawah seluas 50 hektar yang sempat terbengkalai selama belasan tahun berhasil dihidupkan kembali berkat sinergi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, menyampaikan bahwa keberhasilan panen di Kampung Air Masin merupakan hasil kerja keras, semangat pantang menyerah para petani, serta dukungan penuh dari berbagai pihak.
Beliau menyoroti penerapan teknologi sumur bor dan penggunaan varietas padi unggul Tri Sakti sebagai langkah inovatif yang signifikan, yang mampu mempercepat masa tanam hingga panen dalam 75 hari.
“Ini bukan sekadar panen padi, tetapi panen semangat gotong royong dan inovasi. Pertanian adalah masa depan dan fondasi kedaulatan pangan kita,” ujar Wabup Ismail.
Wabup juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pertanian RI atas bantuan lima unit traktor, yang diharapkan akan semakin memperkuat sarana dan prasarana pertanian di Aceh Tamiang.
Ismail berpesan agar generasi muda melihat pertanian sebagai sektor strategis dan modern. “Pertanian hari ini bukan sekadar warisan, tetapi masa depan. Mari kita kelola dengan inovasi dan semangat kebersamaan,” pungkasnya.
Apresiasi Pemerintah Aceh dan Komitmen Peningkatan Infrastruktur
Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, S.E., memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi lintas sektor yang telah melahirkan hasil nyata di Kampung Air Masin. Beliau menyebut, sinergi antara pemerintah dan masyarakat ini telah mengubah hal yang sebelumnya dianggap mustahil.
“Hari ini saya datang untuk melihat langsung bukti nyata. Hasilnya luar biasa. Ke depan, kami akan terus mendukung dengan peningkatan infrastruktur, termasuk perbaikan akses jalan menuju kawasan pertanian ini,” janji Wagub Fadhlullah.
Di sisi lain, Edy Asaruddin (tidak disebutkan jabatannya, sebaiknya dilengkapi jika ada) melaporkan bahwa dari total 65 hektar lahan di kawasan tersebut, 50 hektar di antaranya berhasil dipanen pada kesempatan ini. Beliau optimistis ke depan dapat dilakukan empat kali panen per tahun dengan memanfaatkan varietas padi cepat panen.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan prosesi panen bersama, di mana Wakil Gubernur Aceh, Wakil Bupati Aceh Tamiang, dan para tamu undangan turun langsung ke sawah. Suasana penuh semangat dan kebersamaan ini menjadi simbol harapan baru bagi keberlanjutan pertanian di Aceh Tamiang.
Panen raya ini turut dihadiri oleh: Pimpinan dan Anggota DPRA, Unsur Forkopimda Aceh Tamiang, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh beserta jajaran, Pimpinan DPRK Aceh Tamiang, para Kepala SKPK, Kepala BPS, unsur Forkopimcam, Datok Penghulu Air Masin, penyuluh pertanian, perwakilan Bulog, kelompok tani, serta pengurus DPC Partai Gerindra Aceh Tamiang dan tamu undangan lainnya.












