Tabloidbnn.info | Aceh Tamiang – Meski duka pascabanjir bandang November 2025 belum sepenuhnya hilang, warga Kampung Tupah, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, menunjukkan semangat luar biasa. Alih-alih hanya berpangku tangan, mereka memilih bergotong royong memperbaiki jalan utama desa yang rusak parah demi menjamin keselamatan pengguna jalan.
Bencana banjir bandang sebelumnya tidak hanya menghanyutkan 11 rumah warga dan merusak tujuh lainnya, namun juga mengupas lapisan aspal jalan utama. Lubang-lubang besar yang tercipta sempat menjadi ancaman nyata, terutama bagi pengendara roda dua.
Menyikapi kondisi yang membahayakan ini, masyarakat bergerak mandiri melakukan perbaikan darurat dengan memanfaatkan material sisa banjir.
Manfaatkan Lempengan Aspal Bekas
Zulfitra (40), salah seorang tokoh masyarakat Kampung Tupah, menjelaskan bahwa warga mengumpulkan lempengan aspal yang terkelupas dan berserakan di pinggir jalan.
“Lempengan aspal kami kumpulkan, dipecah, lalu disusun kembali di bagian jalan yang berlubang. Setelah itu, kami siram dengan pasir kerikil agar lebih padat dan mengikat,” ujar Zulfitra, Rabu (7/1/2026).
Zulfitra mengakui bahwa perbaikan ini bersifat sementara. Namun, langkah ini dianggap krusial untuk mencegah terjadinya kecelakaan sebelum adanya penanganan permanen dari pemerintah.
Bentuk Tanggung Jawab Moral
Ia menambahkan, masyarakat merasa memiliki tanggung jawab moral untuk merawat aset desa. Di tengah fokus pemerintah yang sedang terbagi dalam banyak sektor pemulihan pascabencana, warga memilih untuk berinisiatif.
“Jika harus menunggu pemerintah daerah turun langsung, prosesnya mungkin memakan waktu. Sementara itu, kondisi jalan terus memburuk. Tidak ada salahnya kita membantu dengan tindakan kecil seperti ini,” tambahnya.
Apresiasi dari Pengguna Jalan
Inisiatif ini pun langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Nuar (42), warga setempat, kini merasa lebih tenang saat melintas. “Alhamdulillah jalannya sudah jauh lebih baik. Sekarang tidak was-was lagi saat membonceng istri dan anak,” katanya.
Apresiasi juga datang dari warga desa tetangga. Hendra, warga Desa Alur Baung yang sering melintasi jalur tersebut, mengaku kagum dengan kekompakan warga Kampung Tupah.
“Ini bukti rasa tanggung jawab yang patut dicontoh. Jalan ini adalah penghubung penting bagi beberapa desa di sekitar sini, jadi manfaatnya sangat terasa bagi kami semua,” ungkap Hendra.
Melalui aksi gotong royong ini, warga Kampung Tupah membuktikan bahwa kemandirian dan rasa empati adalah modal utama dalam mempercepat pemulihan lingkungan pascabencana.












