Ketua Aspeti, Rudy Ariyadi.
Tabloidbnn.info.Belitung Timur – Penangkapan 12 orang penambang di Belitung Timur (Beltim) saat operasi tertib tambang menumbing beberapa waktu lalu menyisakan berbagai persoalan.
Aparat kepolisian dituding hanya menyasar penambang kecil yang berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sementara para pemodal, penampung dan pembeli seolah-olah tidak tersentuh hukum.
Ketua Asosiasi Pegiat Tambang Indonesia (ASPETI), Rudi Ariyadi sempat meradang ketika aparat yang hanya menyasar penambang-penambang kecil sebagai tumbal. ” Saya berharap Polres Belitung jangan hanya tangkap penambang, tapi juga tangkap penampung, pemodal dan pembeli timah ilegal ” pinta Rudi, yang akrab disapa Ruding Mudong pada Senin, (29/12/2025).
Rudi Mudong ( RM ) menambahkan, ketika penambang menambang timah secara ilegal, maka hasil tambangnya juga ilegal. ” Kemana larinya timah ilegal ini ” tanya RM.
Dibalik maraknya meja goyang diwilayah Beltim, ada bos besar dibelakang meja goyang, RM mensinyalir belasan meja goyang di Manggar diduga milik Tunki.
Halim salah seorang pemilik meja goyang dan sekaligus pembeli biji timah mengungkapkan jika dirinya mendapat suntikan dana dari Tunki untuk membeli timah dari penambang. Halim mengaku mendapat dana ratusan juta rupiah setiap minggu. ” Saya mendapat modal dari Tunki untuk beli timah ” ungkap Halim kepada kepada wartawan pada selasa, (23/12/2025)
Bukan hanya dirinya, Halim mengatakan ada 7 orang kaki tangan tunki yang bertugas membeli Biji timah dari penambang.
Halim diketahui memiliki meja goyang timah di area Pos Satpam PT. Timah Damar, Biji timah yang dibeli dari penambang yang menambang di seputaran sungai Manggar. Setelah dilakukan pembayaran, Biji timah ditampung di Pos Satpam PT. Timah untuk selanjutnya dikirim ke gudang PT. Timah.
Selain pemodal, Beredar kabar jika Tunki memiliki belasan meja goyang timah di Manggar, meja goyang ini dijalankan oleh kaki tangannya untuk membeli membeli pasir timah
Tunki dikabarkan sebagai Bos ( pemodal-red), sulit untuk di hubungi, dan berbagai cara dilakukan wartawan untuk mendapatkan nomor WA- nya, tetapi tidak berhasil, selanjutnya upaya konfirmasi terus dilakukan. ( Niza Karyadi )












