Tabloidbnn.info. OKU Timur. SMK Negeri 1 Semendawai Suku III kembali menunjukkan kepedulian sosial dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak banjir di wilayah Kabupaten OKU Timur.
Penyaluran bantuan tahap pertama yang dilaksanakan pada Jumat (9/1) lalu, disalurkan kepada warga Desa Cahya Negeri, Kecamatan Semendawai Suku III, serta Desa Kemuning Jaya, Kecamatan Belitang II.
Namun, pelaksanaannya berlangsung penuh tantangan. Kondisi banjir yang masih tinggi menyebabkan akses menuju desa tujuan belum dapat dilalui, sehingga proses penyaluran dilakukan secara situasional dan harus menunggu perkembangan kondisi di lapangan.
Kepala SMK Negeri 1 Semendawai Suku III, Drs. Yohanes Hari Santosa, M.M., melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas Erwoko, S.Kom, menjelaskan bahwa pihak sekolah memilih tidak memaksakan penyaluran demi keselamatan dan efektivitas bantuan.
“Pada penyaluran tahap pertama, kondisi air belum surut dan akses ke desa masih tertutup. Kami menunggu hingga sore hari, namun situasi belum memungkinkan. Karena itu, sekolah memutuskan untuk melanjutkan penyaluran pada hari berikutnya setelah kondisi wilayah mulai membaik,” ujar Erwoko.

Setelah donasi lanjutan terkumpul dan kondisi banjir mulai surut, penyaluran bantuan tahap kedua akhirnya dapat dilaksanakan pada Minggu, 11 Januari 2026, ketika akses ke desa sudah bisa dilalui dan bantuan dapat diserahkan langsung kepada warga terdampak.
Hingga berita ini diturunkan, terdapat 16 desa yang berhasil dijangkau, diantaranya Desa Gunung sugih, Taman Harjo, Taman agung, Sriwangi, Margorejo, Taraman, Taraman jaya, Karang marga, Melati jaya, dan Karang melati, sehingga total bantuan yang disalurkan telah mencapai 91 karton.
Bantuan yang disalurkan merupakan hasil donasi keluarga besar SMK Negeri 1 Semendawai Suku III, yang terdiri dari guru, tenaga kependidikan, serta peserta didik. Adapun bantuan yang diberikan berupa mie instan dan berbagai bahan pangan kebutuhan pokok.
Lebih lanjut, Erwoko menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan membantu warga yang terdampak banjir, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran karakter bagi peserta didik.
“Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat yang terdampak musibah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi pembelajaran nyata bagi siswa untuk menumbuhkan rasa empati, kepedulian, dan solidaritas sosial,” tambahnya.
Pihak sekolah berharap kondisi masyarakat di wilayah terdampak banjir segera pulih dan aktivitas warga dapat kembali berjalan normal, serta sinergi antara dunia pendidikan dan masyarakat terus terjaga dalam menghadapi situasi darurat kemanusiaan. (Novriansyah)












