Kecil-kecilTabloidbnn.info. Agam, Sumatera Barat — Suasana duka mendalam menyelimuti prosesi pemakaman massal korban bencana alam di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Rabu (7/1/2026). Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat bersama TNI, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan relawan memastikan seluruh korban mendapatkan penghormatan terakhir yang layak dan bermartabat.
Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta, melaporkan bahwa hingga saat ini total korban meninggal dunia yang tercatat mencapai 253 orang. Dari jumlah tersebut, tim gabungan telah berhasil mengidentifikasi 222 jenazah, sementara 31 lainnya masih dalam proses identifikasi.
“Hari ini kita hadir dalam suasana duka mendalam untuk melaksanakan pemakaman massal korban di Palembayan. Polri memastikan seluruh proses identifikasi dan pemulasaraan dilakukan secara profesional, humanis, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan,” ujar Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta saat meninjau lokasi, Rabu (7/1/2026).
Berdasarkan data terbaru, dari 222 jenazah yang sudah teridentifikasi, terdiri atas 110 laki-laki dan 112 perempuan. Adapun 31 jenazah yang masih diproses identifikasi meliputi 14 laki-laki, 12 perempuan, serta 5 bagian tubuh (body part).
Sebelumnya, sebanyak 10 jenazah telah dimakamkan di TPU Agam, di mana 4 di antaranya sudah teridentifikasi. Pada hari ini, prosesi pemakaman massal dilanjutkan terhadap 6 jenazah tambahan (4 perempuan, 1 laki-laki, dan 1 bagian tubuh) yang ditemukan di sekitar wilayah Kecamatan Palembayan.
Selain fokus pada penanganan jenazah, pemerintah juga menaruh perhatian pada penyintas dari kalangan pelajar. Data dari posko Kecamatan Palembayan menunjukkan terdapat 104 pelajar mulai dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK yang terdampak bencana.
Saat ini, para pelajar tersebut tersebar di tiga titik pengungsian utama, yakni: SDN 05 Kayu Pasak SBB, Padang Koto Gadang, dan Nagari Salareh Aia Timur
Kapolda Sumbar menegaskan bahwa Polri dan TNI akan terus memberikan pendampingan psikologis kepada keluarga korban dan memastikan seluruh proses penanganan dilakukan secara transparan. Ia juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya proses penanganan bencana ini kepada petugas di lapangan. Informasi resmi akan terus kami sampaikan secara terbuka,” ungkap Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta.
Di akhir pernyataannya, Kapolda Sumbar menyampaikan duka cita mendalam atas nama negara dan institusi Polri kepada seluruh keluarga korban.
“Atas nama negara dan Polri, kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Mari kita doakan para korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” pungkasnya. (Red)












