Mahasiswa Desak Percepatan Pembangunan Jalan Payahe–Dehepodo

  • Bagikan

Tabloidbnn.info. Maluku Utara. Aksi unjuk rasa yang digelar aliansi mahasiswa Oba Selatan di depan Kantor Gubernur Maluku Utara, Kamis (4/12/2025), berlangsung tertib dan terkoordinasi. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas mangkraknya pembangunan ruas jalan Payahe–Dehepodo yang telah puluhan tahun dikeluhkan masyarakat.

Dalam orasinya, mahasiswa menyampaikan delapan tuntutan utama. Pertama, mereka menegaskan hadir mewakili keluhan masyarakat Oba Selatan yang merasa diabaikan pemerintah terkait infrastruktur dasar, khususnya jalan yang sejak 1991 tak tersentuh perbaikan. Kedua, mereka menilai para pemimpin Maluku Utara terkesan diam dan minim respon terhadap kondisi jalan yang semakin memprihatinkan.

Mahasiswa juga menjelaskan bahwa jalan merupakan elemen vital bagi masyarakat, baik untuk kebutuhan pendidikan, kesehatan, maupun distribusi hasil perkebunan. Mereka menyoroti bahwa warga yang membutuhkan rujukan medis harus menempuh jalur laut yang bergantung pada cuaca, sehingga penanganan kesehatan sering terhambat.

Di sektor pendidikan, mahasiswa mengungkapkan bahwa pelajar kerap melepas atribut sekolah saat menyeberangi sungai. Ketika banjir datang, akses mereka menuju sekolah pun terputus. Sementara pada sektor ekonomi, masyarakat kesulitan menyalurkan hasil kebun karena kondisi jalan yang rusak parah.

Para demonstran meminta pemerintah provinsi untuk tegas dan serius merespons persoalan ini. “Para pemimpin Maluku Utara jangan tidur saat masyarakat berteriak,” ujar salah satu peserta aksi.

Aspirasi mahasiswa tersebut kemudian diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Drs. Samsudin Abdul Kadir. Dalam pernyataannya, Sekda menyampaikan apresiasi atas informasi dan keluhan yang disampaikan mahasiswa.

Sekda menjelaskan bahwa ruas jalan Payahe–Dehepodo sebenarnya telah diusulkan dalam anggaran tahun ini, namun rencana tersebut terkena efisiensi anggaran sesuai kebijakan pemerintah pusat. Meski demikian, pemerintah daerah berkomitmen mengusulkan kembali pembangunan jalan tersebut, dengan target mulai dikerjakan pada 2026.

Selain itu, pemerintah juga telah mengusulkan pembangunan sejumlah jembatan sebagai bagian dari peningkatan akses pendidikan dan mobilitas warga. Menurutnya, seluruh proses pembangunan tetap harus mengikuti tahapan dan mekanisme yang berlaku.

Melalui aksi ini, mahasiswa berharap pemerintah tidak sekadar berjanji, tetapi segera mewujudkan pembangunan yang telah lama dinantikan masyarakat Oba Selatan.

Penulis: Renold RumimpetEditor: Bastian
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *