Tabloidbnn.info. Batam – Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK ) Nongsa, yang akan dibangun sebagai Data center Dayuan membawa korban lagi di mana perusahaan asal Tiongkok PT China Construction Yangtze River tidak membayar salah satu perusahaan lokal sebagai Subcon yang telah selesai mengerjakan pekerjaan dari awal pembangunan gedung, namun ironisnya sampai saat ini tidak menerima pembayaran sedangkan pekerjaan telah selesai dikerjakan ujar sumber yang disampaikan kepada Redaksi media Tabloidbnn ( 28 / 11 / 2026 ).
Menurut sumber seharusnya PT China Construction Yangtze River harus membayar sebesar Rp 3,5 milyar, dari pekerjaan yang telah kita lakukan.Namun sudah berapa bulan ini kita hanya dijanjikan, tetapi hanya janji belaka seakan mereka hanya mempermainkan kita.
Kita telah berupaya untuk menagih, namun dari PT China Construction Yangtze River yang terdiri orang asing dari Tiongkok tidak ada itikad baik, bahkan menghindar.

Kita berharap pemerintah dalam hal ini instansi terkait dapat membuka mata, dimana selama ini selalu bicara investasi asing, tetapi perusahaan lokal selalu menjadi korban, akibat lemahnya pengawasan dan regulasi terhadap perlindungan kepada perusahaan lokal, sehingga selalu menjadi korban.
Lanjut sumber, perusahaan sekelas PT China Construction Yangtze River, Perusahaan dari Tiongkok masih berani mengorbankan perusahaan lokal, tentu ini harus menjadi perhatian pemerintah.
Media masih berupaya meminta konfirmasi dari Pihak PT China Construction Yangtze River yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus Nongsa, untuk kepentingan perimbangan berita.












