Tabloidbnn.info. Banda Aceh – Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang bertaraf Internasional dengan tema “Interdisciplinary Community Engagement Program dan Achieving Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 through High-Quality Education” sukses diselenggarakan oleh Yayasan Kaba Academic Society dan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry di Banda Aceh, pada Rabu 11-12 /12/ 2024
Kegiatan ini mendapat perhatian dari lintas disiplin ilmu mulai dari akademisi, praktisi, hingga masyarakat lokal untuk memperkuat komitmen bersama dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya melalui pendidikan berkualitas.
Acara ini melibatkan banyak institusi, Daftar Universitas dan Instansi yang terlibat di antaranya, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Banda Aceh, Institut Agama Islam Negeri Takengon, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sabang, Institut Agama Islam Negeri Langsa, Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe, Institut Bisnis Nusantara, Institut Seni Budaya Indonesia Aceh, Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh, Politeknik Indonesia Venezuela, Politeknik Kutaraja, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sihat Beurata Banda Aceh, Universitas Al Washliyah Darussalam (UNADA) Banda Aceh, Universitas Almuslim Bireuen, Universitas Bina Bangsa Getsempena, Universitas Iskandar Muda, Universitas Islam Al-Aziziyah Indonesia, Universitas Malikussaleh, Universitas Muhammadiyah Aceh, Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Pelita Harapan, Universitas Sains Indonesia, Universitas Serambi Mekah, Universitas Syiah Kuala, Universitas Teuku Umar, Universitas Samudra, IAIN Sultan Amai Gorontalo, Universitas Abulyatama, Universitas Cipta Mandiri, Universitas Esa Unggul, Universitas Gunadarma, Universitas Gunung Leuser Aceh, Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai, Politeknik Negeri Lhokseumawe, Universitas Multimedia, Universitas Ubudiyah Indonesia, dan di tingkat SMK Negeri 5 Telkom Banda Aceh, MIN 8 Aceh Besar, SMAIT Nurul Ishlah, RA Perwanida Banda Aceh, Kementerian Agama Kota Banda Aceh, serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Provinsi Aceh.

Kegiatan dan Partisipasi Internasional di adakan di Ruang Teater Gedung Museum Kampus Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, program ini turut dihadiri oleh peserta dari berbagai negara, seperti Indonesia, Amerika, Fiji Island, Jepang, dan Malaysia. Hal ini menjadikannya ajang kolaborasi Internasional yang strategis.
Audiens utama adalah guru-guru di Aceh Besar dan Kota Madya Banda Aceh di bawah Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama, yang secara khusus diundang untuk berpartisipasi dalam berbagai sesi pelatihan dan lokakarya. Partisipasi mereka diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dalam menerapkan pembelajaran berkualitas serta memberikan manfaat nyata bagi pendidikan di wilayah Aceh Besar dan Kota Madya Banda Aceh.
Ketua panitia, Ferdi Nazirun Sijabat, menyatakan bahwa program ini bertujuan untuk mendorong pendidikan berkualitas sebagai kunci keberhasilan SDGs. “Melalui pendidikan yang inklusif dan kolaborasi lintas disiplin, kita dapat memberdayakan masyarakat untuk menghadapi tantangan global,” Ungkapnya.
Di rangkaian kegiatan selama pelaksanaan berlangsung, berbagai aktivitas menarik dilakukan, sepertI Sesi Inspirasi Best Practices yang menampilkan pembicara terkemuka dari Amerika, Assoc. Prof. Adrian Rodgers, Ph.D., yang membahas peran pendidikan dalam mendukung SDGs. Pelatihan Guru – Peserta dilatih metode pembelajaran inovatif yang mendukung inklusivitas dan kesetaraan pendidikan dan diskusi Panel yang dibahas tantangan dan solusi pendidikan lintas disiplin. Proyek Kolaborasi bersama Tim lintas disiplin bekerja sama dengan masyarakat lokal untuk merancang solusi nyata terkait tantangan pendidikan.
Dalam kesempatan itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. Saifullah, S.Ag., M.Ag., dalam kata sambutannya, menekankan pentingnya pendidikan berkualitas dalam mencapai SDGs. “Melalui pendidikan, Harapan dan Langkah kita ke depan dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat untuk mengatasi tantangan global. Dan kita harus memastikan akses pendidikan berkualitas bagi semua anak bangsa, tanpa memandang latar belakang sosial dan ekonomi,” Tambanya Prof. Dr. Saifullah,.
Dan melalui program ini, diharapkan tercipta generasi yang lebih cerdas, kreatif, dan peduli terhadap lingkungan, yang pada akhirnya akan membentuk masyarakat yang adil, sejahtera, dan berkelanjutan. Program ini diharapkan menjadi model bagi kolaborasi Internasional di masa depan.Tutupnya Warek III UIN Aceh (mz, Iqbal)












