Seluruh Puskesmas di Aceh Tamiang Selesai Dibersihkan, Layanan Kesehatan Kembali Normal

  • Bagikan

Tabloidbnn.info | Aceh Tamiang – Seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak banjir bandang 2025 kini telah selesai dibersihkan dari sisa material lumpur. Fasilitas kesehatan tersebut kini dipastikan telah kembali beroperasi melayani masyarakat.

​Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang, dr. Mustakim, M.Kes, Sp.DLP, di sela-sela kunjungan kerja Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, di halaman Kantor Bupati Aceh Tamiang, Minggu (11/1/2026). Dalam kunjungan tersebut, Mendagri menyerahkan bantuan simbolis berupa 500 gerobak dorong, cangkul, sekop, serta 300 kotak mi instan.

Sinergi Lintas Sektor untuk Normalisasi Layanan

​Mustakim menjelaskan bahwa percepatan normalisasi layanan publik ini merupakan hasil kerja keras berbagai pihak. Proses pembersihan material lumpur dilakukan secara gotong royong melibatkan personel TNI, Polri, ASN Dinas Kesehatan, relawan, hingga masyarakat setempat.

​”Pembersihan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari ruang IGD, ruang perawatan, bagian farmasi, koridor, halaman, hingga saluran drainase agar pelayanan bisa kembali berjalan maksimal,” ujar Mustakim.

​Selain pembersihan fisik, dukungan juga datang dari Kementerian Kesehatan berupa bantuan alat kesehatan (alkes) baru, obat-obatan, serta tambahan tim medis. Mustakim memastikan bahwa untuk saat ini, ketersediaan logistik medis bagi kebutuhan masyarakat masih mencukupi.

Fokus Selanjutnya: Rehabilitasi Bangunan

​Meski layanan sudah berjalan, Mustakim menekankan bahwa kondisi fisik bangunan puskesmas tetap menjadi perhatian serius. Banyak gedung yang memerlukan rehabilitasi total akibat terjangan banjir yang melanda sejak 26 November 2025 lalu.

​Berdasarkan data dari Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Alam Hidrometeorologi Badai Tropis Senyar Kabupaten Aceh Tamiang, dampak kerusakan fasilitas kesehatan cukup signifikan. Dari total 271 gedung fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah tersebut, rincian kerusakannya adalah:

  • Rusak Hilang (RH): 1 unit
  • Rusak Berat (RB): 47 unit
  • Rusak Sedang (RS): 96 unit
  • Rusak Ringan (RR): 48 unit
Penulis: Abdul Karim
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *