Tabloid.bnn.info | SIMALUNGUN – PTPN IV Regional II Kebun Bah Birung Ulu menunjukkan komitmen nyatanya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar melalui peresmian bantuan perbaikan jalan semenisasi di Nagori Panombean Huta Urung. Bantuan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.
Pembangunan jalan senilai Rp.616 juta tersebut tersebar di lima titik strategis. Proyek ini bertujuan untuk mempermudah akses mobilitas warga, terutama bagi para petani dalam mengangkut hasil bumi guna meningkatkan perputaran ekonomi lokal.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Manajer Kebun Bah Birung Ulu, Yuna Shaund H.S. Damanik, kepada Pangulu Panombean Huta Urung, Franciskus Siallagan, di lokasi pembangunan pada Rabu (14/1/2026).
Acara tersebut turut disaksikan oleh sejumlah pejabat perusahaan, di antaranya:
- Kepala Bidang Teknik Unit Group III, Agus Nurlanda Siregar.
- Asisten TJSL, Indra Gunawan Hasibuan.
- Asisten Sipil dan Infrastruktur, Dwinoto Pradono.
- Asisten Personalia Kebun Bah Birung Ulu, Bobby Y.F. Saragih.
Komitmen Tumbuh Bersama Masyarakat
Manajer Kebun Bah Birung Ulu, Yuna Shaund H.S. Damanik, menegaskan bahwa bantuan ini adalah bentuk kepedulian nyata perusahaan terhadap nagori yang berbatasan langsung dengan areal perkebunan.
”Program TJSL ini adalah komitmen perusahaan untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat, selaras dengan visi dan misi PalmCo. Kami berharap perbaikan jalan ini dapat mendukung aktivitas sosial dan ekonomi warga Nagori Panombean Huta Urung secara berkelanjutan,” ujar Yuna.
Apresiasi dari Warga
Pangulu Nagori Panombean Huta Urung, Franciskus Siallagan, menyampaikan apresiasi mendalam kepada PTPN IV Regional II atas bantuan yang diberikan. Ia menyebut perbaikan infrastruktur ini adalah hal yang sangat dinantikan warga.
”Perbaikan jalan ini berdampak besar bagi ekonomi masyarakat kami yang mayoritas petani. Akses transportasi kini lebih lancar. Kami berharap hubungan harmonis ini terus terjaga, dan kami siap mendukung program PTPN IV dalam mencapai target produksinya,” ungkap Franciskus.
Sinergi untuk Iklim Usaha Kondusif
Menutup rangkaian kegiatan, Asisten Personalia Kebun, Bobby Y.F. Saragih, menambahkan bahwa sinergi antara perusahaan dan masyarakat adalah kunci utama.
”Program TJSL bukan sekadar bantuan, tapi strategi perusahaan untuk membangun hubungan berkelanjutan. Sinergi yang kuat akan menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi semua pihak,” pungkasnya.
(R. Sidauruk)












